Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1430 H
Assalamualaykum Wr. Wb.
Rekan,
Beribu kata yang pernah saya ucapkan
Beribu perilaku yang pernah saya perbuat
Sangatlah mungkin menjadi hal yang tidak berkenan
bagi Rekan rekan semua,
Untuk itu pada hari yang Fitri ini
Saya haturkan permohonan maaf yang sebesar besarnya
Selamat Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1430 H
Taqaballahu Minna wa Minkum
Minal Aidzin wal Faizin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Kehilangan Seniman Budayawan Besar WS Rendra – Sajak sebatang lisong
Setelah kehilangan seniman musik Mbah surip, kembali kita bangsa indonesia kehilangan budayawan hebat
Budayawan yang jujur dalam menyampaikan gagasan … totalitasnya dalam menyuarakan suara rakyat
Hari ini, Kamis 6 Agustus 2009 pkl 22.xx wib WS RENDRA si Burung Merak berpulang … Selamat Jalan mas Willy
karyamu akan terus menjadi inspirasi kelahiran rendra-rendra muda di bumi pertiwi.
sajak sebatang lisong
menghisap sebatang lisong,
melihat Indonesia raya,
mendengar 130 juta rakyat,
dan di langit
dua tiga cukong mengangkang,
berak di atas kepala mereka.
matahari terbit.
fajar tiba.
dan aku melihat delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan.
aku bertanya,
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet,
dan papantulis-papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan.
delapan juta kanak-kanak
menghadapi satu jalan panjang,
tanpa pilihan,
tanpa pepohonan,
tanpa dangau persinggahan,
tanpa ada bayangan ujungnya.
menghisap udara
yang disemprot deodorant,
aku melihat sarjana-sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya;
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiunan.
dan di langit;
para teknokrat berkata :
bahwa bangsa kita adalah malas,
bahwa bangsa mesti dibangun,
mesti di up-grade,
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor.
gunung-gunung menjulang,
langit pesta warna di dalam senjakala.
dan aku melihat
protes-protes yang terpendam,
terhimpit di bawah tilam.
aku bertanya,
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan
termangu-mangu di kaki dewi kesenian.
bunga-bunga bangsa tahun depan
berkunang-kunang pandang matanya,
di bawah iklan berlampu neon.
berjuta juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau,
menjadi karang di bawah muka samodra.
kita mesti berhenti membeli rumus-rumus asing.
diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
kita mesti keluar ke jalan raya,
keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.
inilah sajakku.
pamplet masa darurat.
apakah artinya kesenian,
bila terpisah dari derita lingkungan.
apakah artinya berpikir,
bila terpisah dari masalah kehidupan
(rendra, 19 Agustus 1977, ITB )
Cara Cepat mengInstall WordPress di hosting Gratis :P
Pengantar
Suatu pengalaman yang menarik,beberapa waktu yang lalu blog kesayangan saya sempat di “kunci” oleh admin wordpress,
karena hal tersebut aktifitas untuk posting dan menambah link tidak dapat dilakukan.
Setelah diinvesigasi ternyata ada content yang berisi promo suatu link
,
thx to mr. mark, for solving myproblem
.
WordPress
Semakin pesatnya pertumbuhan blog di masyarakat kita, keberadaan wordpress tentu sudah tidak asing lagi.
WordPress sebagai salah satu penyedia blog gratis, juga menyediakan theme theme yang presentatif dan tentunya memanjakan kita sebagai pengguna.
Namun seiring dengan kebutuhan , ada beberapa hal yang membatasi kita untuk ber-eksplorasi, diantara adalah instal javascripts, penambahan Widget dan beberapa aktifitas customize lainnya , promosi link termasuk juga didalamnya
.
Tentu sangatlah wajar, dan kebebasan itu bisa kita dapat jika kita memiliki (baca : sewa) web hosting sendiri, walaupun gratisan
.
Berikut ini cara menginstal WordPress di Hosting
(more…)
Setelah Deru Desing Mereda (sisa sisa 45)
“dek Jaman berjuang .. jur kelingan Anak Lanang …
Biyen tak openi njur saiki ono ngendi .. “
“Jarene wes menang Keturutan seng di gadhang ..
Mbiyen ninggal janji, yen saiki opo lali …”
*Di jaman perjuangan saat kuteringat putraku
Kala itu masih ku rawat tapi kini entah dimana
*Menurut kabar sudah Menang (perang sudah usai),
tercapailah apa yang di cita-citakan (kemerdekaan).
Dulu pernah berjanji, saat ini apa sudah lupa.
Sayup terdengar syair tembang “caping gunung” dalam bilik bambu, menambah hening sunyi ketika “damar” sebagai penerang yang tak sanggup melawan gulita malam. Memang, tidaklah sebanding dengan rasa sepi sebuah hati akan penantian.
Dan sampailah pada suatu masa, seorang ibu kehilangan anak, anak kehilangan orang tua, para istri mencari suaminya, suami mencari sisa keluarganya, kekasih kemana belahan jiwamu pergi, dan ibu pertiwi !! … merelakan putra-putrinya pergi? .
“Saya serah khen tanggung jawab keamanan Soerabaya pada anda-anda” pesan dari pemimpin sambil berjabat tangan dengan beberapa tokoh pemuda. Beberapa waktu sebelum hari itu terjadi.
10 November 1945 pagi. “TuuueeeEETT” *suara Sirine.
Mak jeBLUM !!, jeGLEEeeeER.
Soerabaya berselimuti kabut.
Bukan !! itu hanya asap yang mengepul saat bom – bom sisa “cuci gudang PD II” deras menghujan gedung-gedung. O walah Rek – Rek.., sepertinya terbukti sudah selebaran dari langit, untuk menyerahkan senjata hasil rampasan dari tentara jepang, menyerahkan pihak yang bertanggung jawab atas terbunuhnya Jendral Malleby, sampai batas waktu tanggal 10 november. Soerabaya akan di gempur dari darat laut dan udara, di bumi hanguskan !. Terjadilah.
“klothok – khotok dudhuk … klothok-klothok dudhuk.” “BANDheNG..!!”
Gambaran perbandingan suara senjata, pejuang vs NICA , iwak klothok (ikan pedak) dan ikan Bandeng. Selayak irama pentatonik yang mengiringi tarian Gandeng – rerenteng para pengungsi.
Adalah Waktu itu. Wak Karim, bercerita.
(more…)
Harus menulis apa ?
Selamat berkunjung di cakmamed’s Blog.
Sebenarnya tidak ada bakat untuk menulis, dan kalau saya pribadi menilai cara mengungkapkan pendapat atau ide kadang “ndak terstruktur”. Berantakan
Hingga pada suatu hari, saya membaca tulisan seorang sahabat di sebuah blog.
Gaya bahasanya “Mak nyuus” banget
Hal ini yang mendorong saya untuk Gaya-gaya-an alias “Mbegedud” membuat sebuah “Waroeng” Blog.
Lumayan lah, minimal menjadi catatan untuk saya sendiri tentang pengalaman dalam bekerja, hobby,kenangan indah ,LLL (“Lan Liyo Liyane”)
E.. sapa tau bisa bermanfaat untuk pembaca *minimal gak merugikan
Matur Nuwun,
Cakmamed
leave a comment