Kehilangan Seniman Budayawan Besar WS Rendra – Sajak sebatang lisong

Posted on August 6, 2009. Filed under: Uncategorized | Tags: , |

Setelah kehilangan seniman musik Mbah surip, kembali kita bangsa indonesia kehilangan budayawan hebat

Budayawan yang jujur dalam menyampaikan gagasan … totalitasnya dalam menyuarakan suara rakyat

Hari ini, Kamis 6 Agustus 2009 pkl 22.xx wib WS RENDRA si Burung Merak berpulang … Selamat Jalan mas Willy

karyamu akan terus menjadi inspirasi kelahiran rendra-rendra muda di bumi pertiwi.

sajak sebatang lisong

menghisap sebatang lisong,
melihat Indonesia raya,
mendengar 130 juta rakyat,
dan di langit
dua tiga cukong mengangkang,
berak di atas kepala mereka.

matahari terbit.
fajar tiba.
dan aku melihat delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan.

aku bertanya,
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet,
dan papantulis-papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan.

delapan juta kanak-kanak
menghadapi satu jalan panjang,
tanpa pilihan,
tanpa pepohonan,
tanpa dangau persinggahan,
tanpa ada bayangan ujungnya.

menghisap udara
yang disemprot deodorant,
aku melihat sarjana-sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya;
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiunan.

dan di langit;
para teknokrat berkata :

bahwa bangsa kita adalah malas,
bahwa bangsa mesti dibangun,
mesti di up-grade,
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor.

gunung-gunung menjulang,
langit pesta warna di dalam senjakala.
dan aku melihat
protes-protes yang terpendam,
terhimpit di bawah tilam.

aku bertanya,
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan
termangu-mangu di kaki dewi kesenian.

bunga-bunga bangsa tahun depan
berkunang-kunang pandang matanya,
di bawah iklan berlampu neon.
berjuta juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau,
menjadi karang di bawah muka samodra.

kita mesti berhenti membeli rumus-rumus asing.
diktat-diktat hanya boleh memberi metode,
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan.
kita mesti keluar ke jalan raya,
keluar ke desa-desa,
mencatat sendiri semua gejala,
dan menghayati persoalan yang nyata.

inilah sajakku.
pamplet masa darurat.
apakah artinya kesenian,
bila terpisah dari derita lingkungan.
apakah artinya berpikir,
bila terpisah dari masalah kehidupan

(rendra, 19 Agustus 1977, ITBĀ  )

Make a Comment

Make a Comment: ( 2 so far )

blockquote and a tags work here.

2 Responses to “Kehilangan Seniman Budayawan Besar WS Rendra – Sajak sebatang lisong”

RSS Feed for GubuK CakMamed Comments RSS Feed

Remember death. Create a still life, we will leave the world, or abandoned the world.

Full of Inspiration,

Terima Kasih Pak Ading


Where's The Comment Form?

  • MyTwitter

    Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...