Arsitektur Aplikasi 3-tiers, dari lubang bilik cakmamed
Dalam membangun suatu sistem yang terintregasi, pilihan model arsitektur aplikasi menjadi sangat penting.
Hal ini berkaitan dengan beberapa faktor penentu pengembangan suatu sistem,diantaranya :
1. Produktifitas
Membangun suatu sistem, mulai dari Perencanaan awal konsep dibuat, membuat fungsi atau service yang bersumber dari bisnis proses operasional,
kegiatan testing modul aplikasi.
Sampai di-releasenya sistem tersebut, menjadikan satuan waktu (Jam, Hari, minggu, bulan atau tahun) sebagai indikator berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangun sistem tersebut. Pilihan Arsitektur yang tepat akan mempermudah dan mempercepat proses pembuatan modul-modul penunjang sistem yang terpadu.
2. Fleksibelitas
Arsitektur (yang melibatkan beberapa komponen) secara ideal jika terjadi proses perubahan di satu bagian tidak berpengaruh di bagian yang lain. Keuntungan ini memungkinkan Developer bekerja secara serentak/paralel dalam membangun komponen/lapisan dari suatu sistem.
3. Skalabilitas
Berkenaan dengan peningkatan kebutuhan dari user sebagai dampak dari berkembangnya kegiatan di sisi operasional.
Sistem yang baik dapat tumbuh dengan penambahan layanan, jumlah klien danĀ penambahan resource sebagai bagian Arsitektur aplikasi.
4. Reuseable
Fungsi dan procedure sebagai komponen pembentuk layanan, dalam konsep pengembangan sistem kedepannya dapat digunakan kembali.
Dari beberapa faktor penting diatas, Arsitektur Aplikasi 3-tiers merupakan model arsitektur yang mampu mengakomodasi faktor-faktor penting dalam membangun atau pengembangan suatu sistem aplikasi.
Arsitektur Aplikasi 3-tiers, dalam penjelasan secara vertikal dibagi menjadi 3 bagian (lapisan/layer)
1. Lapisan BasisData (Database Layer)
2. Lapisan Layanan (Service Layer, component Layer, Bussines Logic Layer)
3. Lapisan User (User/Client Layer, Presentation Layer)
Database Layer
Selain berisi data tabel dan view , database mampu menyediakan stored Procedure (SP) dimana segala aktifitas yang berhubungan dengan manipulasi tabel dan view dapat terpenuhi.
secara teknis dari lapisan beberapa obyek yang di sediakan seorang administrator Database seperti
- tabel dan view
- Store Procedure berkaitan dengan aktifitas insert,delete,update
- store procedure yang lebih komplek misalnya untuk keperluan reporting dan lain lain
yang mana obyek yang tersedia akan dikonsumsi pada saat pembangunan service layer.
MS SQL server , mysql, sysbase dan Oracle adalah beberapa contoh database yang banyak digunakan dilapisan ini.
Service Layer
lapisan tengan ini berfungsi sebagai jembatan (interface) antara database layer dengan presentation/user layer.
programmer membuat metode yang bersifat global , mengatur cara bagaimana resource/obyek di lapisan data dapat digunakan di presentation/user layer.
Banyak cara yang digunakan untuk membangun ini seperti beberapa bentuk midleware(RFC,RPC ,CORBA) ,Webservice, TCP/IP (telnet,winsock,socket), WCF dari .NET framework 3.5 dan lain lain.
Client Layer
Banyak jenis aplikasi yang biasa digunakan untuk mengkonsumsi layanan di service layer baik aplikasi desktop maupun web base.
Dengan memanfaatkan service yang ada, lapisan ini diharapkan dapat berinteraksi dengan database.
Dalam proses pengembangan modul presentasi, setiap perubahan di satu modul tidak berdampak pada modul lain.
Hal inilah menjadi salah satu keuntungan arsitektur 3-tier.
so .. 3 lapis ????? lebih
Semoga Bermanfaat
cakmamed untuk takwa inspirasi

Posting yg menambah wawasan saya
terimakasih
salam kenal
ahmad subhan
stmik nuri
cipulir
Terima Kasih Pak – Mas Ahmad Subhan,
Salam kenal dari saya
Arsitektur bentuk ini sedang tumbuh dengan pesat, hampir di semua perusahaan menggunakan arsitektur ini, meski sudah mengalami improvisasi.
Akhir kata, terima kasih atas kunjungannya dan selamat menikmati
Salam,
Cakmamed